Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kampung Pemulung Klender Panen 160 Melon

Tinggal di perkampungan padat penduduk bukan halangan untuk mengembangkan urban farming. Itu dibuktikan komunitas yang tinggal di Kampung Pemulung Klender yang terletak di RT 07/10 Klender, yang sukses mengembangkan budidaya melon golden alissa dan mereka berhasil panen 160 buah melon, Rabu (16/11/2022).

Kepala Dinas Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati yang didampingi Kasudin KPKP Jakarta Timur, Ali Nurdin, takjub dengan usaha mereka. Menurutnya, penanaman melon hidroponik di perkampungan padat penduduk merupakan sesuatu istimewa, bercocok tanam di lahan yang sempit dan padat penduduk.

 “Mereka sangat tekun dan pasarnya juga menjanjikan, karena sudah ada pelanggannya, sehingga ini harus didukung agar berkembang lebih baik lagi. Kita selalu memberikan pembinaan agar mereka lebih inovatif dan hasilnya lebih maksimal,” kata Elly.

Urban farming di Kampung Pemulung Klender yang dimulai sejak Oktober 2021 berada di lahan seluas 500 meter persegi. Untuk budidaya melon hidroponik, lahan yang digunakan 50 meter persegi, di lahan itu juga ada green house seluas 132 meter persegi.

"Selain untuk ketahanan pangan, urban farming ini juga jadi sarana edukasi masyarakat. Karena ternyata menanam buah melon juga bisa dengan hidroponik dan ini murni," lanjut Elly.

Post a Comment for "Kampung Pemulung Klender Panen 160 Melon"