638 Tenaga Kesehatan TInggal di Hotel Yang di Kelola Pemprov DKI



Sedikitnya 638 orang tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan pemerintah telah  menginap di tiga hotel BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Tourisindo, sejak Kamis (26/3). Data yang kami terima menerangkan hingga saat ini, terdapat total 638 tenaga kesehatan (nakes) terdiri 604 perawat dan 34 dokter menginap di tiga hotel yakni Grand Cempaka Business Hotel, Hotel D'Arcici Alhijra dan Hotel D'Arcici Plumpang.

Adapun sebaran tenaga kesehatan tersebut, adalah sebanyak 242 nakes RSUD Pasar Minggu, 174 nakes RSUD Tarakan dan enam orang nakes RSUD Duren Sawit menginap di Grand Cempaka Business Hotel. Sementara itu, 157 nakes RSUD Pasar Minggu di Hotel D'Arcici Alhijra serta 59 nakes RSUD Duren Sawit menginap di Hotel D'Arcici Plumpang.

Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo Novita Dewi mengatakan langkah menginapkan tenaga kesehatan tersebut dikarenakan dari informasi yang beredar sebelumnya, meski dianggap sebagai pahlawan dan garda terdepan dalam berperang melawan COVID-19, para staf medis, termasuk perawat dan dokter kerap mendapat perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Bahkan ada dari mereka diusir oleh warga sekitar tempat mereka mengontrak tempat tinggal. Ada juga yang enggan pulang karena takut keluarganya tertular virus COVID-19, akhirnya mereka memilih menginap sementara waktu di rumah sakit.

Untuk itu Pemprov DKI Jakarta berinisiatif melalui BUMD Jakarta Tourisindo memfasilitasi penginapan sementara bagi tenaga medis. Selain menginap, di hotel tersebut juga disediakan fasilitas khusus untuk melindungi dan melayani tim medis seperti pembersihan kamar dengan disinfektan, makanan disediakan dalam kotak, bilik disinfektan disediakan di luar pintu masuk dan keluar. Juga disiapkan 15 bus unit TransJakarta dan 50 unit bus sekolah dioperasikan khusus untuk antar jemput tenaga medis yang bertugas.

0 komentar

Post a Comment