Inilah Misteri Gunung Tambora Yang Belum Banyak Diketahui

Foto:@farcrusnik


Sebagai salah satu gunung yang terletak di Pulau Sumbawa Indonesia, Gunung Tambora memiliki misteri gunung Tambora. Gunung ini telah meletus sebanyak beberapa kali hingga letusan terakhir yang maha dahsyat terjadi pada April 1815 yang bahkan jauh lebih dahsyat dari gunung Krakatau. Tidak hanya ledakan gunung saja, masyarakat sekitarnya juga harus merasakan akibat dari Tsunami yang terjadi di sepanjang pantai yang jaraknya mencapai 200 km dengan tingginya mencapai 1-4m. Tidak hanya daerah sekitar, Tsunami ini juga membuat resah masyarakat Maluku yang juga harus merasakan akibat dari Tsunami setinggi 2 meter. Letusan gunung ini memuntahkan magma sebanyak 100 km3 dan lepasan abu (kubik) ke angkasa. Anda bisa membayangkan berapa banyak debu yang dihasilkan dengan melihat seberapa tinggi debu tersebut hingga hampir mencapai langit.

Letusan gunung berapi yang sangat dahsyat ini menelan korban jiwa sebanyak 117.000, angka ini cukuplah fantastis jika dibandingkan dengan korban jiwa yang terjadi pada letusan gunung akhir-akhir ini. Suara guruh yang berasal dari letusan gunung berapi ini terdengar sampai ke pulau Sumatera tepatnya pada tanggal 10-11 April 1815. Awalnya masyarakat sekitar menganggap bahwa suara tersebut karena adanya tembakan senapan, namun anggapan itu ternyata salah. Hingga pada malam tanggal 10 April suara letusan gunung ini menjadi semakin kuat.  Aliran piroklastik ini kemudian mengalir seperti air menuju laut hingga mencapai seluuth isi semenanjung. Malam hari menjadipuncak dari kedahsyatan letusan gunung ini hingga menenggelamkan seluruh desa Tambora.

  • Misteri Unik Gunung Tambora


Setelah berusaha kurang lebih lima tahun, tim Arkeologi berhasil merekontruksi ulang rumah para masyarakat yang tertimbun akibat letusan gunung Tambora. Para anggota tim mengaku menghabiskan banyak waktu mereka untuk mengumpulkan beberapa bukti yang mendukung. Rumah-rumah masyarakat umumnya berbentuk panggung dengan enam tiang yang berukuran 3x5 meter. Hingga akhirnya para peneliti ini berhasil menemukan sisa kayu yang menjadi tiang rumah, beberapa sambungan, dan jenis-jenis atap yang digunakan. Para peneliti juga menemukan material yang menjadi saksi letusan dan memperlihatkan bentuk yang jelas akibat terbakar letusan gunung. Dari beberapa hasil penelitian tersebut, terlihat seberapa banyak masyarakat yang menjadi korban, kehilangan harta benda. Hal ini juga ternyata berdampak pada kehidupan masyarakat lainnya, seperti penduduk di pulau lainnya hingga pulau Sumatera. Pada tahun tersebut, hampir semua orang turut berduka, dan juga kehidupan di sekitar Tambora harus terhenti. Para petani harus berhenti panen dan tidak mampu memperoleh penghasilan karena tanah sawah menjadi sangat gersang. Karena beberapa hal inilah banyak warga yang menyebut sebagai misteri gunung tambora. 

  • Fakta Mengenai Sejarah Letusan

Diketahui dari penggunaan teknik penanggalan radiokarbon, gunung Tambora ini sudah pernah tiga kali meletus sebelum akhirnya meletus sempurna. Letusan pertama terjadi pada 3.900 sebelum masehi tepatnya selama kurang lebih 200 tahun. Kali yang kedua terjadi pada 3.050 sebelum masehi dan yang terakhir pada 740 sebelum masehi selama kurang lebih 150 tahun. Meski terjadi di waktu yang berbeda-beda, para ahli menyatakan bahwa letusan ini terjadi pada satu titik pusat yang sama dan juga karakteristiknya hampir mirip. Adanya pengecualian pada letusan ketiga yang tidak adanya aliran piroklastik. Tiga tahun sebelum ledakan, misteri gunung tambora ini menjadi semakin aktif hingga akhirnya meletus. Pada saat terjadi letusan, masih banyak orang Belanda yang bertempat tinggal di Indonesia dan orang di benua Australia bagian Barat Laut mengaku mendengar adanya letusan tersebut. Hal ini diketahui berdasarkan buku diary milik mereka yang telah ditemukan.

0 komentar

Post a Comment